" Dan sesungguhnya pada binatang ternak itu, kamu beroleh iktibar. Kami beri minum kepada kamu daripada apa yang terbit dari dalam perutnya, yang lahir dari antara hampas makanan dengan darah (iaitu) susu bersih, mudah diminum, lagi sedaap rasanya." (Surah An-Nahl, 66)
Jika anda baca surah An Nahl, ayat 66 yang saya tulis di atas, Allah mengibaratkan susu sebagai 'labanan kholiso'; minuman yang suci bersih. Ia dianggap 'kholiso' kerana, meskipun tempatnya dalam badan haiwan bercampur dengan najis & susu, is tetap mengekalkan kesuciannya. Kita tidak akan terjumpa susu bercampur darah atau susu tercemar dengan kotoran najis.
Begitu jugak dengan susu ibu kita. Tak bercampur dengan darah @ najis. Besarnya nikmat Allah kepada kita.
Seakan-akan Allah menciptakan sebuah mesin kilang susu agung dalam diri setiap hewan ternak yang dengan memakan rumput-rumputan mampu menghasilkan susu putih dan murni kepada manusia. Susu yang dihasilkan menjadi minuman yang lezat karena terdiri dari air dan makanan serta sangat bermanfaat bagi pertumbuhan manusia.
Dari ayat tadi terdapat dua pelajaran yang dapat dipetik:
1. Sistem produksi susu di dalam tubuh hewan dan keluarnya di antara darah dan kotoran menunjukkan kekuasaan dan keagungan ilahi dan rahmat-Nya yang tak terhingga kepada manusia. Oleh karenanya, masalah ini seharusnya menjadi pelajaran bagi manusia.
2. Konsekwensi ikhlas adalah seseorang bergerak sedemikain rupa di tengah masyarakat dan melewati faktor-faktor baik dan buruk yang ada dalam lingkungan, namun tidak terpengaruh oleh lingkungan.
